Keuntungan Repurposing Dalam Pemasaran Konten

Bisnis membutuhkan konten yang cukup dan perlu melakukan update untuk memperbarui penawaran baru dan terus menerus. Berjuang untuk menghasilkan konten yang cukup mungkin memerlukan lebih banyak waktu dan tenaga. Terus-menerus membuat konten baru memang cukup sulit dilakukan, selain menyita waktu tetapi juga membuat Anda kehabisan ide. Alasan orang mengapa menggunakan kembali konten dengan repurposing salah adalah hemat waktu. Repurposing atau sebut saja daur ulang konten juga dianggap dapat menjadi penyelamat dalam kasus seperti itu.

Lalu apa sebenarnya repurposing (daur ulang konten) dan bagaimana cara kerjanya, seberapa penting itu untuk layanan Anda. Disini kami sampaikan beberapa penjelasan yang memberikan Anda jawaban. tentang pertanyaan itu. Dalam penjelasan ini untuk mengubah konten ada beberapa hal yang mendasari pekerjaan ini dilakukan. Yang pertama mengapa Anda harus melakukannya. Apa yang harus dipertimbangkan saat Anda ingin mengubah konten. Konten mana yang akan digunakan kembali atau disusun kembali. Cara menggunakan kembali konten Anda seperti apa dan kunci untuk mengubah konten seperti apa, itulah hal hal yang perlu kita mengerti.

Kita perlu memahami apa yang dimaksud dengan mengubah konten. Orang menganggap repurposing berarti pembenahan, pendapat ini sebenarnya tidak tepat. Ada perbedaan antara repurposing dan pembenahan. Memperbaiki konten Anda lebih sejalan dengan memperbaruinya. Ketika Anda menulis artikel tentang alat terbaik atau teratas untuk pemasaran digital. Mungkin setahun kemudian, semua akan menjadi berbeda dengan munculnya tool atau alat baru yang lebih baik. Ketika Anda melihat alat baru dan lebih baik yang telah memasuki pasar, dan memperbarui konten Anda sesuai dengan informasi ini itu akan memperbaiki konten lama Anda. Ini juga membantu konten Anda tetap relevan, terkini, dan bermakna bagi audiens Anda.

Repurposing melibatkan tindakan tertentu yang perlu Anda lakukan. Yang pertama Anda bisa mengubah format konten Anda. Kami ambil contoh seperti ini, menyusun serangkaian posting blog yang membahas topik serupa ke dalam e-book. Atau mengubah e-book menjadi seri webinar. Yang kedua yang bisa Anda lakukan adalah mengubah audiens target. Misalnya, membuat perubahan yang sesuai dalam struktur atau konten e-book yang ditulis tentang topik yang berkaitan dengan industri tertentu, sehingga melayani industri yang berbeda.

Alasan mengapa Anda harus menggunakan kembali konten Anda yang paling bisa dimengerti adalah hemat waktu dan uang. Ketika Anda membuat konten baru membutuhkan waktu dan usaha aatu ide baru. Repurposing yang bertujuan mengganti konten memungkinkan Anda membuat konten terasa baru tetapi berdasarkan konten yang sudah ada sebelumnya. Dengan cara ini, mengurangi beban tugas Anda dan tidak perlu membuat posting blog, video, atau infografis baru dari awal. Ini adalah cara Anda menyegarkan konten lama Anda dan menampilkannya di depan audiens baru/pada platform yang berbeda dalam waktu yang jauh lebih singkat, Semua akan membuat hemat biaya dan memberikan dampak yang berguna bagi pembaruan konten Anda.
Repurposing
Dalam repurposing konten harus memperhatikan tingkat SEO Anda. Menggunakan Google Analytics dan Google Search Console dapat membantu Anda menentukan posting mana yang mendapatkan lalu lintas paling banyak. Mempelajari dengan teliti dan menemukan istilah pencarian yang digunakan orang untuk menemukan posting blog Anda masing-masing tentu saja sangat penting. Mungkin Anda akan menemukan kata kunci terbaru dan mengubah kata kunci dalam artikel ini menjadi kata kunci yang saat ini lebih populer, Anda dapat menarik lebih banyak lalu lintas ke postingan ini.

Bukan hanya melakukan format ulang konten tetapi memperluas jangkauan Anda menjadi salah satu target repurposing Anda. Setelah Anda memformat ulang konten yang ada dan membagikannya di berbagai platform, akan ada audiens baru yang Anda jangkau. Audiens Anda perlu mendengar pesan Anda berkali-kali sebelum mereka membeli dari Anda. Saat Anda menulis beberapa posting blog tentang topik tertentu, mungkin pesan anda belum sampai dengan baik. Jauh lebih efektif untuk mendiversifikasi cara Anda menyampaikan pesan dan itu dilakukan dengan mengubah konten Anda.

Ini yang harus dipertimbangkan saat mengubah konten Anda. Anda dihadapkan pada keputusan memilih konten untuk digunakan kembali. Mengidentifikasi tujuan Anda saat ini. Mungkin tujuan awal anda membuat konten lama adalah untuk menarik pelanggan. Tetapi tujuan Anda sekarang adalah menarik prospek yang memenuhi syarat untuk menjual produk/layanan Anda. Ini adalah tujuan Anda sekarang yang perlu ditindak lanjuti. Tindakan kedua mengaudit konten Anda yang ada. Cobalah untuk menyaring konten Anda melihat apa yang cocok dengan tujuan Anda saat ini. Ini akan memiliki peluang yang lebih baik untuk mencapai tujuan Anda. Konten yang harus Anda gunakan ulang adalah konten berperforma tinggi yang memiliki peringkat terbaik dalam hal jangkauan, pembagian, struktur penautan, dan visibilitas organiknya.

Menggunakan kembali konten Anda dengan postingan blog. Anda dapat menggunakan posting blog sebelumnya yang berkinerja baik untuk membuat posting blog terkait. Manfaatkan juga infografis untuk meringkas seluruh posting blog dalam garis besar visual. Infografis dapat memotong volume posting blog Anda dan menampilkan konsep kunci secara visual yang membantu. Jangan lupa untuk berbagi postingan media sosial. Buat itu dengan poin utama dari posting blog Anda ke teks untuk media sosial Anda dengan gambar yang sesuai. Luaskan lagi jangkauan Anda dengan presentasi yang menarik. Konten yang memiliki kutipan menarik, statistik, poin yang dapat ditindaklanjuti dan lain lain dapat digunakan untuk membuat slide efektif yang membangun presentasi yang menarik dan informatif.